Selasa, 20 Desember 2016

'Orang Indonesia Punya Bakat di Otomotif'

Kemampuan orang Indonesia di dunia otomotif tak kalah dengan mereka yang memang berasal dari negara produsen otomotif seperti Jepang, Jerman, dan Amerika misalnya.

Orang Indonesia Punya Bakat di Otomotif

Jika hanya sebatas memproduksi mobil konsep saja, pasti jumlahnya sudah banyak. Namun yang menjadi tantangan adalah membangun industri yang baik sehingga mobil yang dijual bisa lebih murah.

"Kalau di otomotif kalau soal desain dan sebagainya orang Indonesia itu punya bakat, orang Indonesia itu tangannya terampil dan diakui. Kalau suruh bikin kita mungkin banyak prototype yang dibuat orang kita cuma harganya Rp 4 miliar, mau nggak kita beli mobil Rp 4 miliar? Tantangannya kan bagaimana prototipe mobil Rp 4 miliar bisa kita jual Rp 200 juta kan berarti kita harus bangun industrinya," ujar Direktur Administrasi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, dalam sebuah diskusi memperingati 45 tahun Toyota di Indoneisa, di Jakarta.

Selain industri, kemampuan SDM harus terus dikembangkan agar menghasilkan barang yang berkualitas baik. Kata Bob, orang seringkali keliru untuk mengembangkan sesuatu untuk meningkatkan kualitas.

"Saya sering terima usulan dari member kita 'Pak harus develop ini untuk meningkatkan kualitas kita' saya bilang itu salah yang kita kembangkan bukan kualitasnya, tapi orangnya karena kita dengan men-develop orangnya kualitas kita bagus," kata Bob.

Tantangan lain datang juga dari teknologi yang kian lama kian maju saja, tak hanya itu setelah teknologi diketahui kemudian harus dicocokkan dengan konsumen yang ada di Indonesia.

"Mengenai teknologi juga sudah relatif terbuka, seperti teknologi hidrogen semua brand itu kan punya akses teknologi yang sama, kompetisinya adalah bagaimana mengkonversi teknologi itu untuk customer preference itulah disitu kompetisi yang paling kuat dan harus kerja sama antara marketer yang tau customer preferance, engineer, dan pabrikan yang memproduksi dia harus kerjasama mulai dari desain," jelas Bob.

Kemampuan orang Indonesia dalam memproduksi mobil bisa terlihat jelas dari jumlah mobil Toyota buatan Karawang yang diekspor ke luar negeri.

Toyota Indonesia melakukan ekspor kendaraan utuh (completely built-up/CBU) sejak tahun 1987. Produk ekspor pertama adalah Kijang generasi ke-3 (Kijang Super) yang diekspor ke Brunei Darussalam.

Pada saat itu, volume ekspor pertahunnya berada dikisaran 500 unit dengan 5 negara tujuan di kawasan ASEAN dan Pasifik.

Jumlah ekspor terus berkembang terutama sejak pengembangan Toyota Kijang generasi ke-5 atau dikenal dengan Kijang Innova di tahun 2004.

Kinerja ekspor Toyota Indonesia terus meningkat di tahun-tahun berikutnya seiring dimulainya produksi Fortuner, Vios, dan Yaris di Indonesia. Saat ini rata–rata volume ekspor kendaraan utuh model Toyota dari pabrik Toyota dan grup di Indonesia telah mencapai 12.000 unit per bulan. Tahun lalu, ekspor kendaraan utuh model Toyota dari Indonesia mencapai angka 176.700 unit, menyumbang sekitar 85% dari total ekspor kendaraan utuh Indonesia.

Milestone terkini ekspor Toyota Indonesia tercapai pada bulan September 2016, dengan akumulasi volume ekspor yang berhasil menembus angka 1 juta unit, tepatnya 1.001.726 unit.

Toyota Indonesia juga melakukan kegiatan ekspor dalam bentuk kendaraan terurai (Complete Knock-down/CKD), 2 tipe mesin bensin dan ethanol, komponen, serta alat bantu produksi di proses pengepresan (Dies) dan proses pengelasan (Jig). Produk-produk ekspor Toyota Indonesia ini dikapalkan ke lebih dari 80 negara di kawasan Asia-Pasifik, Timur Tengah, Amerika Latin, Kepulauan Karibia, serta Afrika.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar